Beranda » Biostatistic and Population Study » Kelangsungan Hidup Bayi di Perkotaan dan Pedesaan Indonesia

Kamis, 15 September 2011 - 09:51:50 WIB*
Kelangsungan Hidup Bayi di Perkotaan dan Pedesaan Indonesia
Diposting oleh : Dwicahyanti Utami
Kategori: Biostatistic and Population Study - Dibaca: 877 kali


Demsa Simbolon*

*Staf Pengajar Politeknik Kesehatan Bengkulu

Abstrak

Kelangsungan hidup bayi di Indonesia yang masih rendah terlihat pada angka kematian bayi (AKB) yang menempati posisi tertinggi di Asean, kondisi intermediate rock dan sangat bervariasi. Penelitian yang menggunakan sumber data sekunder SDKI 2002-2003 ini bertujuan mengetahui gambaran kelangsungan hidup bayi di wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia serta berbagai faktor yang berpengaruh. Besar sampel yang digunakan adalah 11.588 terdiri dari 4.769 bayi di perkotaan dan 6.819 bayi di pedesaan. Metoda analisis yang digunakan meliputi metode life table dan regresi cox. Hasil penelitian memperlihatkan probabilitas kelangsungan hidup bayi di perkotaan (98,59%) lebih tinggi daripada bayi di pedesaan (97,54%) dan proporsi kematian bayi di pedesaan dua kali lebih besar daripada di perkotaan. Pada masa neonatal, kurva kelangsungan hidup bayi memperlihatkan kecenderungan yang menurun tajam dan post neonatal terlihat lebih landai. Penurunan probabilitas kelangsungan hidup bayi di wilayah perkotaan terlihat lebih landai daripada di wilayah pedesaan. Terdapat perbedaan faktor-faktor yang berhubungan dengan kelangsungan hidup bayi di perkotaan dan pedesaan. Di perkotaan, faktor-faktor yang berhubungan dengan kelangsungan hidup bayi meliputi berat badan lahir, waktu pemberian ASI dan penolong persalinan. Sedangkan di pedesaan, faktor tersebut adalah frekuensi pemeriksaan antenatal, berat badan lahir, penolong persalinan, nomor urut lahir, waktu pemberian ASI dan tempat persalinan. Keadaan saat lahir merupakan faktor penting yang berhubungan signifikan dengan kelangsungan hidup bayi, faktor waktu pemberian ASI pertama kali merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kelangsungan hidup bayi.
Kata kunci: Kelangsungan hidup bayi, perkotaan dan pedesaan, analisis kesintasan

Abstract
Infant’s survival in Indonesia is still low, as showed by the highest IMR level in ASEAN, intermediate rock condition and highly varied. This research’s aim is to describe infant’s survival in Indonesia’s urban and rural area, also various factors related. This research is using SDKI 2002-2003 data. Sample’s amount 11.588 infant, consist of 4.769 infant in urban and 6.819 infant in rural. Method of analysis used in this study is life table and cox regression. This research found probability infant’s survival in urban (98,59%) higher than in rural (97,54%) and infant’s mortality proportion in rural is twice higher than in urban. On first month age (neonatal mortality) infant’s survival time probability was decline, and for higher age infant’s survival time probability is still low, but not as low as the first month age. In urban area, infant’s survival time probability is even lower than in rural. There are determinant factors which are related to infant’s survival in rural and urban. In urban, factors which are related to infant’s survival are birth weight, breast feeding period and birth assistance. Meanwhile in rural area, the factors of are antenatal care, birth weight, birth assistance, birth queue number, breast feeding period and bearing place. Infant condition when the baby born is determinant factors which is related significantly with infant’s survival, first breast feeding period is dominant factor which is related with infant’s survival.
Key words: Infant survival, rural and urban, survival analysis

Kesmas Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 1 No. 1 Agustus 2006
| Full Text |