Beranda » Health Education and Behavioral Science » Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Bandar Lamp

Jumat, 16 September 2011 - 18:36:54 WIB*
Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Bandar Lamp
Diposting oleh : Dwicahyanti Utami
Kategori: Health Education and Behavioral Science - Dibaca: 1520 kali


Amrul Hasan* Dian Ayubi**

*Staf Pengajar Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang, Jl. Raya Haji Mena No. 100 Km 14, Natar, Bandar lampung (e-mail: amha_kuang@plasa.com)
**Staf Pengajar Departemen PKIP Fakutas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Gd. D Lt. 1 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Kampus Baru UI Depok 16424 (e-mail:
dian_ayubi@yahoo.com)

Abstrak
Kasus demam berdarah dengue di Kota Bandar Lampung terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2001 incidence rate sebesar 13,56 per 100.000 penduduk, meningkat menjadi 109,8/100.000 penduduk pada tahun 2006 dan akhir Februari 2007 Kota Bandar Lampung dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dengue lokal. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kebiasaan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan kejadian demam berdarah dengue di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol dengan jumlah sampel sebanyak 406 individu terdiri dari 203 kasus dan 203 kontrol. Kasus adalah individu yang menderita DBD yang pernah dirawat di rumah sakit dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung dari tanggal 1 Maret 2007 sampai 15 Mei 2007, sedangkan kontrol dipilih dari tetangga kasus yang bertempat tinggal dalam radius 100 meter dari tempat tinggal kasus. Penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan kebiasaan melakukan PSN dengan kejadian demam berdarah dengue, individu yang tidak melakukan PSN berisiko 5,85 kali terkena DBD dibandingkan dengan individu yang melakukan PSN setelah variabel riwayat tetangga yang pernah sakit DBD, keberadaan benda yang dapat penampung air di sekitar rumah dan kebiasaan melakukan pencegahan gigitan nyamuk dikendalikan. Petugas puskesmas agar melaksanakan kegiatan Penyelidikan Epidemiologi dalam menanggulangi demam berdarah lebih memfokuskan kepada penggerakan masyarakat.
Kata kunci: DBD, aedes aegypti, pencegahan gigitan nyamuk

Abstract
Dengue hemorrhagic fever poses as the most important public health problem in Bandar Lampung today. Increasing number of cases has been occurred from 2001 to 2006, when in 2001 incidence rate was 13,56/100.000 and became 109,8/100.00 at 2006 and at the end of February 2007 it was stated that Bandar Lampung experienced local outbreak dengue hemorrhagic fever. A case-control study was conducted to explore the correlation of suspected risk factors with dengue infection in Bandar Lampung from 20 April to 30 May 2007. 230 cases and 230 controls were included for statistical analysis. After further adjusting of confounders, there are strong correlation between habitual elimination of mosquito breeding sites and use of personal protective (e.g. the use repellent, mosquito coil and use insecticide hand sprayer) with dengue case. Individual has one PSN estimated to be 2,22 (95% CI=1,32-3,72) times as great for individual has 3 PSN and individual did not PSN estimates to be 5,85 (95% CI=2,86-11,99) times as great has dengue fever for individual has 3 PSN after controlled by history neighborhood DHF, water container around house, use of mosquito prevention agent. Community health center staff should conduct epidemiology investigation to eradicate dengue fever by focusing on community empowerment.
Key words: Dengue, aedes aegypti, personal protection
| Full Text |